Kamis, Januari 22, 2009

PERSAMI (Perkemahan Sabtu Minggu)

Hari ini hari Jumat, kak Aji mengadakan rapat dan kami pun juga diundang. Kak Aji punya usul bagaimana kalau kita mengadakan persami, Kami semua pun setuju. Keseokan harinya kami semua berkumpul di depan sekolah dengan membawa tas berisi perlengkapan disana. “Jika sudah lengkap, mari kita berangkat.”

Lokasi persami terletak di Kaliurang. Sesampainya disana. “Kak Aji, sekarang kita ngapain, nih?” tanya Riska. “Kita sekarang dirikan tenda saja.” jawab kak Aji. “Nanti aja kak, kan capek!” jawab Meylisa. “Ya sudah nanti saja, lima menit lagi loh.” jawab kak Aji lagi.
Lima menit kemudian... “Ayo anak-anak kita dirikan tenda, sebelum itu kakak akan membagi tugas dulu.” perintah kak Aji. Kelompok Mawar : Tiara, Tania, Tia, April, dan Hellen memasak. Kelompok Sakura : Kirana, Berna, Septian, Sion, dan Derlin mencari kayu bakar. Kelompok Melati : Maria, Gabriel, Grecia, Ciara dan Ellen membersihkan tempat ini. Kelompok Bugenfil : Jovina, Meylisa, Meylinda, Dina dan Xnas mendirikan tenda. Kelompok Kamboja : Riska, Ifyani, Cha-cha, Tifanny dan Abner memasukkan barang –barang ke tenda masing-masing.

Mereka semua pun mengerjakan dengan tertib. Semua pekerjaan dikerjakan dengan senang hati. Sesudah sayurnya matang, kami pun makan dan membuat api unggun.
Abner dan Sion sedang menata kayu untuk membuat api unggun dan api unggun pun jadi. Kami semua pun berkumpul mengelilingi api unggun dan bernyanyi-nyanyi di iringi musik, gitar yang dimainkan oleh Abner, Gabriel, sion, dan Septian. Tak terasa sudah pukul 22.00 WIB, kami semua pun tidur.

Keesokan harinya… “Kukuruyuk, kukuruyuk” suara ayam berkokok bertanda bahwa sekarang sudah pagi. Kita semua pun langsung bangun dan senam pagi baru kita mandi.
Tepat pukul sembilan pagi, kak Aji mengumpulkan kami semua. “Anak-anak, apakah kalian ingin kakak ajak berkeliling desa ini?” tanya kak Aji. “Mau, mau.” jawab kami serempak.

Kami semua pun berkeliling desa. Ditengah perjalanan kami bermain air disebuah air terjun. Tak terasa sudah pukul empat sore dan kami pun kembali ke tempat perkemahan itu. Tak seperti biasa kami tidak membuat api unggun Karena kami capek. Keesokan harinya… Paginya kami membereskan tempat ini karena kami akan pulang dan kami pun berpamitan dengan warga di desa itu karena sudah mengijinkan kami berkemah di tempat itu dan kami pun pulang.“Sayonara”

Dan keesokan harinya kami sudah kembali belajar di sekolah SD Harapan Bangsa Jakarta. Pengalaman yang sungguh menyenangkan dan mengesankan.


Agnes Dian Mayasari (SDK Duwet, klas 5)
(sumber: rublik cerpen TALI edisi 2)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar